Sesi 08.00 — 09.00 WIB

Penyambutan Adat Minangkabau

Deskripsi Materi

Penyambutan adat adalah babak pembuka prosesi pelantikan, mengangkat tata cara adat Minangkabau dalam menyambut tamu kehormatan sebelum memasuki tahap kenegaraan.

Tari Pasambahan

Tarian penyambutan yang dibawakan oleh sekelompok penari perempuan sambil membawa carano (wadah berisi sirih). Tari ini menjadi simbol penghormatan dan ucapan selamat datang kepada tamu kehormatan yang hadir.

Manyirih (Makan Sirih)

Tamu utama dipersilakan mengambil sirih dari carano yang disodorkan penari. Tindakan ini melambangkan bahwa tamu telah diterima secara adat dan dianggap sebagai bagian dari keluarga besar yang menyambutnya.

Pengalungan Selendang Songket

Selendang songket khas Minangkabau dikalungkan kepada tamu kehormatan sebagai simbol penghormatan tertinggi serta tanda bahwa tamu tersebut dimuliakan dalam prosesi.

Iringan Musik Tradisional

  • Talempong — alat musik pukul dari kuningan/kayu yang menjadi pengiring utama tarian penyambutan.
  • Saluang — alat musik tiup khas Minangkabau yang menambah nuansa syahdu prosesi.
  • Gandang (gendang) tradisional — mengatur tempo dan dinamika iringan tari.

Peran Niniak Mamak

Prosesi dipimpin dan diawasi oleh niniak mamak (pemangku adat) yang memastikan seluruh rangkaian penyambutan berjalan sesuai filosofi adat "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" serta nilai musyawarah masyarakat Minangkabau.

Penyambutan adat ini menjadi simbol bahwa pelantikan Gubernur & Wakil Gubernur tidak hanya menjalankan tata cara kenegaraan, tetapi juga menjunjung tinggi warisan budaya dan adat istiadat Sumatera Barat.
← Kembali ke Susunan Acara